Tips jitu menjawab Pertanyaan Interview Kerja Tentang Kelebihan dan Kekurangan Anda

Tips jitu menjawab Pertanyaan Interview Kerja Tentang Kelebihan dan Kekurangan Anda

  2018-09-14 15:22:20     Ulti Desi Arni     Dibaca 670 kali

Tahap wawancara atau interview kerja sangat menjadi momen yang ditakuti oleh kebanyakan pelamar. Dan juga, latihan yang telah dilakukan baik-baik sebelumnya bisa menjadi lupa seketika, dan ditambah lagi dengan lidah yang bisa berubah tiba-tiba menjadi kaku.

Dan pertanyaan yang dilontarkan sangat beraneka ragam yang akan diajukan oleh pewawancara, mulai dari yang kita anggap sulit hingga yang kita anggap mudah. Salah satu pertanyaan yang sering kita sepelekan yaitu mengenai kelemahan diri kita sendiri. Bisa jadi pertanyaan tentang kelemahan diri, kita anggap enteng. Namun tahukah Greader bahwa pertanyaan yang sering kita anggap enteng ini sering kali justru menjebak banyak orang.

Bagaimana bisa seperti itu? Dikarenakan salah satu sifat bawaan manusia yang sulit di hilangkan yaitu menutupi kelemahannya. Padahal saat wawancara, yang paling dibutuhkan yaitu sifat kejujuran dari kita. Saat pertanyaan ini diajukan ke kita, ada baiknya Greader tidak perlu membual-bual atau berbohong untuk menutupi segala bentuk kekurangan dari Greader. Melalui trik yang tepat, Greader tetap bisa jujur dan menceritakan kelemahan tanpa pewawancara memandang remeh kualitas Greader. Jadi, gimakah caranya? Berikut beberapa trik jitu dalam menjawab pertanyaan tentang kelemahan diri saat interview:

  1. Jangan memberitahukan kelemahan Greader yang tidak dapat ditolerir dalam profesi yang Greader incar

Tips pertama cara menghadapi wawancara kerja adalah dengan tidak memberitahukan kelemahan kita yang tidak bisa ditolerir oleh kerja yang Gerader incar. Misalnya, kalau greader melamar sebagai akuntan, maka greader jangan mengatakan kalau Greader kurang teliti dalam mengatur keuangan.

Contoh lain, misalnya jangan sebut bahwa Gerader tidak menyukai anak-anak saat melamar sebagai seorang guru. Jika Greader mengatakan seperti itu, bisa-bisa pewawancara akan menyebutkan bahwa kelemahan Greader bisa menjadi hambatan yang fatal bagi profesi yang akan Greader ambil. Dan tentu saja pekerjaan yang Greader incar akan musnah begitu saja.

  1. Ceritakan bahwa Greader merupakan pribadi yang mau belajar

Salah satu hal yang sering kita lupakan adalah menyebutkan bahwa bentuk dari kelemahan diri kita itu sebenarnya dapat diperbaiki atau diasah dengan sering dilatih seiring berjalannya waktu. Contohnya, Greader mengatakan belum terbiasa berbicara didepan umum. Setelah menyebut hal itu, Greader bisa menambahkan kata-kata kalau Greader masih terus belajar untuk memperbaiki kualitas public speaking.

  1. Tetap memperlihatkan rasa percaya diri dengan bahasa tubuh yang baik

Meskipun Greader terlihat bingung dan gugup ketika dilontarkan pertanyaan seperti ini, tetaplah untuk memperlihatkan rasa percaya diri Greader. Dan masih banyak juga orang yang takut atau gugup ketika melakukan wawancara seperti tidak menatap mata pewawancara, tertawa meringis, atau malah celingak-celinguk melihat tempat lain. Ketahuilah, ini merupakan bukan bahasa tubuh yang baik.

Pewawancara malahan bisa beranggapan bahwa Greader tidak serius dalam menjawab pertanyaannya. Jangan juga memperlihatkan muka rasa tidak berminat atau rasa tidak senang pada pertanyaan tersebut, karena dari tingkah tersebut kurang sopan untuk dilakukan. Jadi, terus control rasa canggung Greader dan terus tingkatkan kepercayaan diri Greader.

  1. Jangan pernah menghindari pertanyaan

Jika Greader menemukan topik yang memang kurang Greader suka di tengah pembicaraan, Greader bisa dapat mulai untuk mengganti topik pembicaraan. Namun, hal itu tidak bisa Greader terapkan saat proses interview pekerjaan. Jangan sekali-kali greader menghindari pertanyaan dengan menanyakan hal lain atau menjawab hal yang memang tidak ada hubungannya dengan proses wawancara.

  1. Kalau pikiran Greader buntu, jawab seperti ini

ada kalanya Greader tidak bisa untuk berpikir dengan jernih dan baik saat proses wawancara. Apalagi ketika ditanya mengenai kelemahan diri. Jika pikiran Greader kosong atau buntu, Greader bisa menjawab bahwa greader kurang baik dalam mendelegasikan tugas. Greader bisa memberitahukan sering kurang percaya kepada rekan kerja, sehingga greader sering kali mengkoreksi dan menanyakan tentang pekerjaan berkali-kali. Padahal, kerja sama dalam tim adalah hal yang penting di pekerjaan.

Hal ini merupakan salah satu contoh yang baik, karena saat Greader memasuki posisi pekerjaan yang baru, skill delegasi belum bisa menjadi hal yang penting. Cara lain, greader bisa menjawab kalau kadang Greader terlalu jujur dalam memberikan penilaian atau kritik. Jadi, greader sering merasa tidak enak hati kepada rekan kerja.

Dengan menjawab seperti ini, pewawancara pasti menilai Greader sebagai pribadi yang jujur dan memiliki rasa empati. Dengan kata lain, Greader tidak akan memperlakukan rekan kerja dengan buruk. Dan disini kemungkinan besar Greader bisa mendapatkan nilai plus dari si pewawancara.

 

 

Penulis : Ardiansyah


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia