WhatsApp-Button
Jual Sistem Open Jurnal Sistem Kampus di Mataram

Jual Sistem Open Jurnal Sistem Kampus di Mataram

  2021-09-27 10:31:14     Ulti Desi Arni     Dibaca 336 kali

Jual Sistem Open Jurnal Sistem Kampus di Mataram - 021-39720119 / 0811-767-4727

Nama Mataram, di Lombok disebut dengan berbagai cara, ada Mataram, Metaram, Mentaram, atau Mataharam. Beberapa literatur menyebutkan, Mataram berasal dari bahasa Sansekerta dari kata mata yang berarti ibu dan kata aram yang berarti hiburan. Mataram juga berarti persembahan kepada ibu pertiwi. Kata Mataram juga berasal dari kata matta yang berarti kegembiraan atau gairah dan aram yang berarti hiburan. Sehingga matta-aram atau mataram berarti pembangunan kerajaan atau kota ini sebagai simbol ekspresi kegembiraan sebagai hiburan sekaligus simbol kegembiraan hidup untuk membangun negeri harapan yang menjanjikan masa depan yang lebih cerah.

Dalam Babad Lombok, ada ekspedisi untuk menaklukkan wilayah Nusa Tenggara. Ekspedisi ini dipimpin oleh Sunan Prapen yang diberangkatkan dengan misionaris dan armadanya didukung oleh puluhan kapal dengan 10 ribu pasukan dari daerah di pulau Jawa seperti Mataram, Majalengka, Madura, Sumenep, Surabaya, Semarang, Gresik, Besuki Gembong, Candi , Betawi dan lain-lain. Mereka dipimpin oleh pemimpin seperti Arya Majalengka, Ratu Madura dan Sumenep, Adipati Surabaya, Adipati Semarang, Patih Ki Jaya Lengkara, dan Raden Kusuma Betawi.

Dari Mantaram sendiri dipimpin oleh seseorang yang bernama Patih Mentaram. Di Lombok, setelah mengislamkan raja Lombok, Prabu Rangkesari, yang berkedudukan di perkampungan Lombok di teluk Lombok, ekspedisi dibagi menjadi beberapa kelompok yang dikirim ke seluruh pelosok pulau Lombok. Salah satu peran penting patih Mataram diberi tugas menaklukkan semua orang di utara gunung dari Samulya (saat ini Sambelia).

Literatur lain menyebutkan, pada saat itu, pulau Lombok diperintah oleh raja-raja, Raja Mataram pada tahun 1842 menaklukkan Kerajaan Pagesangan. Setahun kemudian, pada tahun 1843, ia menaklukkan Kerajaan Kahuripan. Kemudian ibu kota Kerajaan dipindahkan ke Cakranegara dengan ukiran Kawi pada nama Istana Raja.

Raja Mataram (Lombok) selain terkenal kaya raya, juga seorang raja yang ahli dalam tata kota, melakukan sensus penduduk kerajaan dengan meminta seluruh penduduknya untuk mengumpulkan jarum. Penduduk pria dan wanita menggunakan jarum untuk menandakan sebuah ikatan.

Setelah raja Mataram jatuh oleh pemerintah Hindia Belanda meskipun harus dibayar mahal, yaitu kematian Jend. P.P.H. van Ham (monumen di Karang Jangkong), Cakranegara mulai menerapkan sistem pemerintahan ganda di bawah Afdeling Bali Lombok yang berkedudukan di Singaraja, Bali.

Pulau Lombok dalam pemerintahan ganda dibagi menjadi 3 (tiga) onder afdeling, dari pihak kolonial sebagai wakil yang disebut pengendali dan dari daerah disebut Kepala Pemerintah Daerah (KPS) sampai tingkat Kecamatan. Ketiga wilayah administratif tersebut masih disebut Lombok Barat (Lombok Barat), Lombok Tengah (Lombok Tengah) dan Lombok Timur (Lombok Timur) yang dipimpin oleh seorang pengendali dan Kepala Pemerintah Daerah (KPS).

Untuk wilayah Lombok Barat (Lombok Barat) membawahi 7 (tujuh) wilayah administrasi yang meliputi Kecamatan Ampenan Barat di Dasan Agung, Kecamatan Ampenan Tmur di Narmada, Kecamatan Bayan di Bayan Belek, Pembantu Kecamatan Gondang di Gondang, Kecamatan Tanjung di Tanjung, Kecamatan Gerung di Gerung, dan Personil Cakranegara di Mayura.

Melihat kemajuan teknologi semakin pesat kami disini menawarkan jual sistem open jurnal sistem kampus di mataram untuk lebih memudah kan untuk mencari informasi.

Fitur-fitur OJS (Open Journal System)

Seperti yang telah dijelaskan di atas, terdapat berbagai macam fasilitas yang disediakan dalam aplikasi Garuda Cyber OJS (Open Journal System). Tentunya semua kemudahan tersebut disertai dengan fitur-fitur canggih. Berbagai fitur yang tersedia di OJS (Open Journal System) adalah:

  1. Manajemen Jurnal

Terdapat fitur yang dapat mengatur setiap jurnal yang diunggah, mulai dari pengajuan hingga proses publikasi.

  1. Manajemen Reviewer

Sebelum jurnal diterbitkan tentunya harus melalui tahap review oleh reviewer terlebih dahulu, sehingga pada OJS (Open Journal System) terdapat fitur yang berfungsi untuk mengelola reviewer dan tentunya penulis tidak mengetahui identitas jurnal tersebut. reviewer agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Upload Berkas Jurnal

Selain itu, ada juga fitur untuk mengunggah file, sehingga penulis dapat langsung mengunggah yang bekas untuk ditinjau terlebih dahulu.

  1. Proses Reviewal

Setelah file jurnal diunggah, reviewer akan mereview aplikasi jurnal.

  1. Editoring

Setelah review selesai, penulis juga dapat melakukan editing pada jurnalnya sebelum diterbitkan.

  1. Laporan Lengkap

Tak kalah penting, OJS (Open Journal System) menyediakan laporan lengkap sesuai kebutuhan setiap pengguna.

  1. Publikasi Jurnal

Setelah proses review dan editing, proses selanjutnya adalah publikasi, dan di dalam OJS (Open Journal System) tersedia fitur yang memudahkan untuk mempublikasikan jurnal secara online.

(Erma)


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia