WhatsApp-Button
Apa itu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ?

Apa itu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ?

  2021-02-18 17:09:43     Ulti Desi Arni     Dibaca 53 kali

Saat ini Asesmen Kompetensi Minimum atau disingkat AKM menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan Indonesia khususnya di jenjang sekolah. Dimana AKM ini merupakan salah satu bagan dari Merdeka Belajar, yaitu kebijakan yang diatur pemerintah untuk mewujudkan perubahan atau transformasi dalam pengelolaan pendidikan di Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui bahwa bergantinya jabatan menteri pendidikan di Indonesia tentu saja akan mendatangkan beberapa kebijakan baru dalam upaya pengembangan sistem pendidikan di Negara kita ini. Salah satu yang dilakukan dalam mendukung Merdeka Belajar tersebut adalah menghapus kegiatan Ujian Nasional dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN).

Menurut Kemndikbud, kegiatan Asesmen Nasional ini bertujuan untuk memetakan mutu pendidikan yang ada di seluruh sekolah, madrasah dan program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Dengan adanya kebijakan ini itu berarti menjadi sebuah tanda bahwa diharapkannya adanya perubahan paradigma evaluasi pendidikan serta peningkatan dalam sistem evaluasi pendidikan. Tentu saja tujuan utamanya adalah agar mendorong perbaikan terkait dengan mutu pembelajaran dan hasil belajar para peserta didik.

Terdapat tiga bagian pada Asesmen Nasional ini yaitu Survei Karakter, Survei Lingkungan belajar dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Nah, yang akan jadi pembahasan kita adalah mengenai AKM ini.

Apa Itu AKM?

Asesmen Kompetensi Minimum ini merupakan program yang dirancang Kemendikbud yang tujuannya mengukur kemampuan hasil belajar peserta didik dalam kognitif dimana pembelajaran yang melibatkan pengetahuan berupa literasi dan numerasi.

Baca Juga : Pengertian Server dan Client

Pada proses uji literasi maka yang akan dites berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam memahami, mengevaluasi, menggunakan dan merefleksikan berbagai macam teks alias kemampuan dalam membaca. Sedangkan pada numerisasi akan diuji mengenai kemampuan mereka berpikir dalam menggunakan prosedur, konsep, fakta dan alat matematika agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam kehidupan sehari-hari dan tentu saja sesuai dengan konteks yang diberikan.

Pada kesimpulannya AKM ini adalah untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi kemudian akan dipetakan berdasarkan kemampuan tersebut. Sehingganya setiap peserta didik akan mendapatkan pembelajaran sesuai dengan kemampuan mereka.

Komponen AKM

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan AKM, tentu saja kita akan beranjak pada komponen-komponen dalam pelaksanaannya. Dalam pelaksanaan komponen yang akan diujikan terbagi menjadi 3 yaitu proses kognitif, konten dan konteks.

Nah, berkaitan dengan komponen yang akan di uji untuk literasi peserta didik diberikan teks informasi dan fiksi. Setelah itu peserta didik harus mampu menemukan masalah, mengevaluasi, menginterpretasikan dan juga merefleksikan informasi dari teks dan fiksi yang ada tersebut.

Untuk konten numerasi maka peserta didik akan diuji mengenai kemampuan mereka dalam menerapkan, memahami dan menalarkan bilangan, aljabar, pengukuran data, geometri dan ketidakpastian. Pada dasarnya kedua proses pengujian ini bertujuan untuk mengangkat konteks sosial budaya, personal dan saintifik.

Bentuk Soal

Setelah mengetahui komponen apa saja yang akan diujikan dalam AKM ini, tentu muncul pertanyaan selanjutnya adalah bentuk sola yang akan diujikan. Tentu saka dalam pelaksanaannya jumlah soal akan disesuaikan dengan jenjang atau bangku kamu saat ini. Diantaranya bagi peserta didik yang duduk di kelas VII akan dihadapkan dengan 30 soal yang mesti diselesaikan. Berbeda juga dengan murid yang duduk di kelas berikutnya, dan tentunya bentuk soalnya ada beberapa jenis. Diantara bentuk soal yang ada yaitu pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat, menjodohkan dan juga uraian.

Selain hal di atas sebagaimana bagian dari tujuan dari AKM ini yaitu memetakan kemampuan peserta didik sehingga soal yang ada akan menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Ketika peserta didik mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang ada maka soal akan ditingkatkan. Hal sebaliknya juga dilakukan jika peserta didik salah dalam menjawab maka tingkat kesulitan soal akan diturunkan.

Pelaksanaan AKM

Hal selanjutnya adalah bagaimana proses pelaksanaan AKM ini, terlebih lagi kita di era digital saat ini tentu saja AKM dilaksanakan dengan memanfaatkan komputer dan jaringan internet. Semua perlengkapan tersebut bisa saja disiapkan oleh pihak sekolah atau pihak lainnya dan pelaksanaan ujiannya dilakukan dalam rentang waktu dua hari.

Baca Juga : Domain dan Hosting

Dimana pada hari pertama itu untuk pengujian literasi untuk mereka yang duduk di jenjang Sekolah Dasar akan melaksanakannya selama 75 menit. Sedangkan untuk jenjang sekolah menengah mulai dari SMP/MTS, SMA/SMK/MA itu berdurasi 90 menit. Tidak hanya itu saja, pada hari pertama ini juga akan diadakan penilaian survei karakter peserta didik selama 20 menit untuk SD dan 30 menit untuk jenjang menengah.

Untuk pelaksanaan ujian pada hari kedua yaitu tes numerasi dan survei lingkungan belajar dan waktu pelaksanaannya sama dengan hari sebelumnya. Setelah itu, untuk hasil tes akan dilaporkan kepada pihak sekolah, sehingga nantinya pihak sekolah bisa melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sekolah. Tentu saja harapan dari pelaksanaan ini ke depannya para guru bisa mengajar dan mengembangkan kompetensi yang ada pada setiap peserta didik.

Nah, itulah penjelasan sekitar AKM. Dilihat dari penjabaran di atas tentu saja sangat besar sekali harapan kita sebagai masyarakat Indonesia agar mutu dan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia bisa terus meningkat dan berkembang. Tentu saja pelaksanaan ujian berdasarkan kemampuan peserta didik ini sangat dibutuhkan sehingga guru yang mengajar juga mengetahui seberapa kemampuan setiap siswanya sehingga siswapun tidak akan merasa tertekan dengan tuntutan pelajaran yang ada.

Meskipun Kemendikbud telah merancang sedemikian rupa terkait program pendidikan ini, maka sebagai sekolah tentu juga akan terus berupaya meningkatkan kualitas sekolahnya selain mematuhi setiap program yang ada yaitu menerapkan teknologi dalam mendukung operasional yang ada. Kita tahu bahwa saat ini kebutuhan teknologi tidak dapat terelakkan dan sangat mumpuni dalam membantu berbagai aktivitas pekerjaan salah satunya menyediakan Sistem Terintegrasi dengan Smart School.

 

#GarudaCyber23Februari


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia