WhatsApp-Button
Metode Pembelajaran Ramah Otak

Metode Pembelajaran Ramah Otak

  2021-02-16 16:44:33     Ulti Desi Arni     Dibaca 221 kali

Pembelajaran ramah otak ialah pembelajaran yang dimana guru dapat mengelola kelasnya dengan baik sehingga siswa merasa aman serta nyaman bahkan antusias menerima pelajaran. Demikian guru akan mengarahkan serta menyemaikan keyakinan bahwa seluruh materi pelajaran adalah mudah (Mahfudz, 2012).

Jensen dan rudi memiliki pendapat yang berbeda yaitu mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis kemampuan otak ialah pembelajaran yang akan diselaraskan dengan cara kerja otak yang didesain secara alamiah untuk belajar. Bahkan, pembelajaran berbasis otak ini merupakan salah satu upaya untuk mempertimbangkan bagaimana otak belajar dengan optimal (Jensen dan Rudi, 2015).

Menurut Mahfudz (2012), ada beberapa strategi yang harusnya dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran tergolong mendidik yang ramah otak, diantaranya yaitu :

  • Kondisi dalam keadaan alphazone

Dimana kondisi yang harus siap menerima pelajaran itulah yang dimaksud dengan kondisi alpha. Kondisi alpha ialah kondisi tersenyum, kondisi dimana siswa merasa rileks serta bergairah untuk menerima pelajaran.

Baca Juga : Sejarah ATM

  • Menyapa dengan tulus

Ini sangat diperlukan agar guru mengetahui kondisi siswa sebelum pembelajaran dimulai.

  • Penyampaian penemuan-penemuan baru

Diawali pelajaran dengan sebuah cerita lucu yang akan membuat siswa tertawa, dapat membantu siswa berimajinasi.

  • Sugesti diri

Guru yang ramah otak akan berguna mengarahkan siswa untuk meyakini bahwa dirinya ialah siswa yang cerdas.

  • Melibatkan emosi

Emosi harus terlibat kedalam proses pembelajaran bisa dilakukan dengan cara mendorong para siswa untuk menampilkan perasaan siswa.

  • Mengatur ritme konsentrasi

Semua guru harus memberi waktu istirahat setiap 20 menit selama beberapa saat saja, kurang lebih 1 sampai 2 menit. Waktu jeda ini, dapat diisi oleh siswa untuk minum atau makan makanan kecil.

  • Mengiringi belajardengan musik

Ini juga salah satu hal penting saat belajar dikarenakan musik dapat melepaskan dominasi otak kiri yang sifatnya lebih logis dan kritis. Msik juga menyeimbangkan cara kerja otak kanan. Maka, kedua belahan otak sama-sama bekerja. Musik yang diperuntukkan untuk belajar adalah musik klasik.

  • Melayani seluruh tipe belajar siswa

Berikut merupakan beberapa tipe belajar yang dimiliki siswa:

  • Visual learners

Gaya belajar ini melalui penjelasan, melihat. Dalam gaya belajar visual learners, siswa sedikit sulit untuk mengikuti anjuran secara lisan.

  • Audiotory learners

Gaya belajar ini akan mengandalkan pendengaran agar bisa memahami serta mengingat informasi.

  • Kinesthetic learners

Gaya belajar ini akan mengandalkan sedikit sentuhan supaya memberikan informasi tertentu agar bisa mengingat informasi.

  • Melakukan brain gym

Senam otak membantu memaksimalkan kerja otak kanan dan otak kiri. Senam otak (brain gym) ialah beberapa rangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Gerakan itu dibuat untuk merangsang otak kiri dan kanan. Brain gym bahkan dapat membantu melepaskan stres, menjernihkan pikiran, meningkatkan daya ingat, dan sebagainya.

Baca Juga : Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Sebuah pengajaran untuk bertujuan mengoptimalkan kerja otak yang selaras atau sesuai dengan bagaimana fungsi otak pada mestinya, yaitu agar memproses, menyimpan serta mempertahankan dan mengingat kembali informasi). Jeff menyebutkan terdapat enam prinsip dalam brain fiendly teaching (pembelajaran ramah) yaitu: Nourishment , safety, social, emotion, attention, serta stimuli.

  • Nourishment (makanan)
    Memelihara otak dengan cara menjaga serta memperhatikan asupan makanan atau nutrisi, karena otak yang baik membuat aktifitas belajar menjadi lebih baik.
  • Safety (keselamatan/keamanan)
    Dengan terciptanya lingkungan kelas yang dirasa aman akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
  • Social (sosial)
    Otak ialah organ sosial dimana otak juga terlibat serta lebih berperan aktif saat kita berinteraksi yang kooperatif.
  • Emotion(emosi)
    Emosi dapat memfasilitasi serta menghambat belajar. Dikatakan mampu memfasilitasi bahkan ketika otak berada di dalam keadaan baik maka hal ini dapat memfasilitasi / mendorong pemikiran, dan kreativitas, sementara dikatakan menghambat yaitu apabila otak berada dalam keadaan bad maka hal ini dapat mematikan kemampuan untuk berpikir dan berkreasi.
  • Attention (perhatian)
    Dengan adanya sedikit perhatian, berarti memberikan kesempatan kepada para siswa agar memperoleh keterampilan serta pengetahuanyang telah disampaikan.
  • Stimuli (rangsangan)
    Dengan adanya atau diberikannya sedikit rangsangan, itu akan menjadikan otak lebih berperan aktif, otak akan mencari, mempertahankan beberapa jenis informasiyang jauh lebih baik.

 

Penulis : Edrian


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia