WhatsApp-Button
Manfaat Jaringan Syaraf Tiruan

Manfaat Jaringan Syaraf Tiruan

  2021-02-09 16:47:17     Ulti Desi Arni     Dibaca 104 kali

Jaringan Syaraf Tiruan berarti sebuah sistem pemrosesan yang meniru bagaimana bentuk atau cara kerja dari sistem syaraf manusia. Jaringan syaraf tiruan itu dibentuk untuk memecahkan masalah tertentu seperti pengenalan bentuk pola ataupun klasifikasi proses pembelajaran. Jaringan syaraf tiruan itu merupakan generalisasi model matematika yang memiliki asumsi seperti :

  1. Proses informasi yang terjadi pada elemen yang sederhana, seperti neuron.
  2. Sinyal dikirimkan diantara neuron yang melewati penghubung, seperti dendrit dan akson.
  3. Penghubung antar elemen yang memiliki bobot yang bisa menambah dan mengurangi sinyal.
  4. Setiap neuron memiliki fungsi aktifitas yang dikenakan pada semua input.
  5. Besaran yang dihasilkan oleh output yang akan dibandingkan dengan nilai ambang.

Istilah lain yang terdapat pada jaringan syaraf tiruan adalah fungsi aktifasi dan bias. Fungsi aktifasi ini maksudnya adalah fungsi yang bisa mengubah nilai menjadi input atau masukan neuron mejadi nilai output atau keluaran neuron. Sedangkan bias ialah neuron tambahan di setiap lapisan neuron tetapi tidak untuk lapisan neuron keluaran atau output.yang mempunyai nilai selalu 1 atau -1.

Baca Juga : Pengertian Informatika

Baik tidaknya suatu model jaringan syaraf tiruan dapat ditentukan oleh :

  1. Pola antar neuron.
  2. Metode untuk menentukan dan merubah sesuatu bobotnya.
  3. Fungsi yang terdapat pada aktifitas.

Ada 3 fase yang terjadi pada Jaringan Syaraf Tiruan. Fase tersebut adalah sebelum proses (preprocessing), fase latihan (training), fase pengujian (testing).

Fase sebelum proses atau fase preprocessing maksudnya ialah fase awal yang terjadi pada fase jaringan syaraf tiruan. Fase ini ialah tahap dimana terjadinya normalisasi nilai dari suatu neuron masukan. Varian nilai ini menyebabkan jaringan syaraf tiruan yang dibuat menjadi perhitungannya tidak akurat. Varian nilai untuk pengeluaran neuron dan masukan neuron dibuat 0 – 100. Hal ini berlaku untuk masukan / pengeluaran yang mengandung data dengan tipe boolean yang nilai benar dan salahnya tidak dapat dimasukkan ke jaringan syaraf tiruan.

Fase latihan atau fase training maksudnya ialah fase yang dilakukan dengan pengenalan pola. Pada fase ini dikenal dengan data latihan yang terdiri dari beberapa set contoh data benar. Data benar disini berarti data yang memiliki nilai masuk dan keluar sesuai dengan yang diinginkan.

Fase selanjutnya ada fase pengujian atau fase testing yang terjadi ketika semua konfigurasi beban pada struktur jaringan syaraf tiruan diketahui nilai berdasarkan fase latihan sebelumnya. Fase pengujian ialah fase untuk mengaplikasikan nilai neuron masukan yang dihadapi oleh kecerdasan buatan pada struktur jaringan syaraf tiruan yang terbentuk agar dapat nilai dari neuron pada layar output.

Baca Juga : Usaha Dagang

Terdapat kelebihan dan kekurangan yang ada pada Jaringan Syaraf Tiruan, contohnya :

Kelebihan Jaringan Syaraf Tiruan :

  1. Mampu memperoleh pengetahuan meskipun belum pasti.
  2. Mampu melakukan generalisasi dan ekstrak dari suatu pola tertentu.
  3. Jaringan syaraf tiruan ini bisa menciptakan suatu pola melalui self organizing.
  4. Mampu menghitung secara paralel yang membuat sebuah proses yang lama menjadi proses yang singkat.

Kekurangan Jaringan Syaraf Tiruan :

  • Kurang ahli dalam melakukan proses operasi numerik dengan presisi tinggi.
  • Kurang ahli dalam melakukan proses perhitungan seperti aritmatika, logika dan juga simbolis.
  • Jika mempunyai data yang besar akan menyebabkan proses training menjadi lama.

Ada juga manfaat yang terdapat pada Jaringan Syaraf Tiruan dalam kehidupan sehari – hari yang digunakan untuk :

  • Identifikasi dan kontrol itu contohnya adalah kontrol kendaraan dan pengelolaan sumber daya alam.
  • Pengambilan kesimpulan dan juga keputusan yang terdapat dalam video game contohnya seperti permainan catur dan kartu.
  • Pengenalan pola, itu contohnya seperti adalah radar, pengenalan muka dan pengenalan suatu pada sebuah objek.
  • Diagnosis medis, itu contohnya seperti mendeteksi penyakit seperti penyakit kanker, jantung dan lain sebagainya.

 

Penulis : Yazid


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia