WhatsApp-Button
Pemboran Deliniasi

Pemboran Deliniasi

  2020-09-24 16:22:57     Ulti Desi Arni     Dibaca 56 kali

Jenis pengeboran deliniasi bertujuan untuk mengetahui penyebaran reservoir, mencari batas-batas reservoir, serta ketebalan dari reservoir. Pengeboran deliniasi ini sudah memiliki data dari sumur-sumur hasil pengeboran eksplorasi sebelumnya, sehingga biaya pengeboran dan konstruksi dari sumur dapat diperhitungkan terlebih dahulu secara relatif.

Untuk menentukan batasan dari suatu reservoir maka dilakukan beberapa pengeboran dengan jarak-jarak tertentu dari pada sumur yang pertama. Pengeboran pada sumur yang kedua diharapkan dapat menembus zona minyak dengan ketebalan yang sangat tipis, dan juga zona air yang tebal. Hal ini dapat dikatakan sebagai batas reservoir minyak.

Namun bila pengeboran menembus zona minyak yang tebal seperti pengeboran pada sumur ketiga dan ketebalan air yang cukup, berarti hal ini tidak dapat dijadikan sebagai batasan untuk reservoir. Karena itu perlu dilakukan pengeboran yang keempat pada jarak tertentu dari jarak sumur yang kedua.

Ternyata sumur ke empat tidak menemukan minyak, hanya menemukan air yang sangat tebal. Sehingga batas minyak dan air adalah antara sumur ketiga dengan sumur keempat. Untuk menentukan batas-batas reservoir minyak adalah berdasarkan ketebalan minyak dari setiap sumur yang dibor. Selanjutnya berdasarkan ketebalan-ketebalan minyak dari setiap

Selama Fase Penilaian, lebih banyak sumur dibor untuk dikumpulkan informasi dan sampel dari reservoir dan seismik lainnya survei mungkin juga diperoleh untuk menggambarkan reservoir dengan lebih baik.

Baca Juga : Jasa Buat Lemari Pakaian di Pekanbaru

Fase ini bertujuan untuk

  1. Mengurangi kisaran ketidakpastian dalam volume hidrokarbon
  2. Menentukan ukuran dan konfigurasi reservoir
  3. Mengumpulkan data untuk prediksi kinerja
  4. Reservoir selama masa produksi yang diperkirakan

Langkah-langkah pada pemboran deliniasi adalah sebagai berikut :

  1. Pemboran deliniasi (biasanya 3 atau 4 buah sumur, masing-masing disebelah utara, selatan, timur, barat dari antiklinnya).
  2. Analisa data
  3. Perhitungan perkiraan besarnya cadangan dengan metoda volumetrik.
  4. Perencanaan jumlah dan letak sumur pengembangan yang harus dibor untuk mengeksploitasi lapisan tersebut.

Setelah mengumpulkan data dan menerjemahkan data yang memadai untuk mengestimasi cadangan lalu melihat berbagai opsi untuk mengembangkan lapangan. Selama fase penilaian Teknik reservoir sangat dibutuhkan kontribusinya dalam mencapai target teknis dan ekonomi. Teknik reservoir menganalisis potensi produksi menyimpan dan menentukan cara teknis yang harus digunakan untuk mengoptimalkan minyak dan gas. Teknik reservoir membuat penjelasan dari data yang tersedia dan memperbaiki data sesuai dengan teori fisika yang berlaku untuk meramalkan perilaku reservoir dalam produksi dan penipisan.

Berdasarkan letak dari titik lokasi, pengeboran dibedakan menjadi:

  1. Pengeboran Darat (onshore)
    Pengeboran darat adalah semua aktivitas pengeboran yang titik lokasinya berada di daratan. Biasanya disebut onshore drilling.
  2. Pengeboran Lepas Pantai (offshore)
    Pengeboran lepas pantai adalah kegiatan pengeboran yang titik lokasinya berada di laut lepas pantai sampai perairan dalam. Tetapi, bila titik lokasi pengeborannya pada lingkungan berair seperti di sungai, rawa, ataupun danau dengan kedalaman tertentu juga dapat dikategorikan sebagai offshore drilling

Baca Juga : Jasa Service AC di Pekanbaru

Berdasarkan bentuk lubang yang dibuat selama proses pengeboran, pengeboran dibagi menjadi dua yaitu :

  1. Pengeboran Tegak (straight hole drilling/vertical drilling)

Pengeboran lurus disebut juga dengan pengeboran vertikal atau straight hole drilling yang artinya pengeboran yang dilakukan dari titik awal di permukaan dipertahankan kelurusannya hingga mencapai target. Pengeboran memenuhi kriteria pengeboran vertikal bila:

  1. Pengeboran Berarah (directional and horizontal drilling)

Pengeboran berarah dalam hal ini adalah proses pengeboran yang lubang sumurnya diarahkan dengan sudut tertentu untuk mencapai target. Biasanya, rigatau platform tidak berada secara vertikal dengan  
Melakukan proses pengeboran suatu formasi memang idealnya mempertahankan konsep vertikal drilling. Karena dengan mempertahankan kelurursan lubang sumur selain dalam operasinya jauh lebih mudah, biayanya juga lebih murah. Namun, ada beberapa alasan dan faktor yang memaksa untuk dilakukannya pengeboran berarah.

 

Penulis : Purnama


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia