WhatsApp-Button
Jenis-Jenis Hama dan Penyakit Pada Penyimpanan/Penggudangan Hasil Panen

Jenis-Jenis Hama dan Penyakit Pada Penyimpanan/Penggudangan Hasil Panen

  2020-09-17 16:21:01     Ulti Desi Arni     Dibaca 22 kali

Definisi Hama

Para ahli pertanian membuat beberapa pengertian hama, yaitu :

  1. Organisme “jahat” yang mempunyai kemampuan untuk merusak, mengganggu, atau merugikan organisme lainnya (inang).
  2. Organisme yang “memusuhi” (merugikan) kesejahteraan manusia.
  3. Organisme yang merugikan dari segi pandangan manusia.
  4. Organisme hidup yang merupakan saingan kita dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pakaian, atau menyerang kita secara langsung

Hama tanaman dalam arti luas adalah semua organisme atau binatang yang karena aktivitas hidupnya merusak tanaman sehingga menimbulkan kesugian ekonomi bagi manusia.

Definisi Penyakit

Tanaman dapat dikatakan sakit apabila ada perubahan seluruh atau sebagian organ-organ pada tanaman tersebut yang menyebabkan terganggunya kegiatan fisiologis sehari-hari.

Suatu tanaman dapat dikatakan sehat jika tanaman tersebut dapat menjalankan setiap fungsi-fungsi fisiologisnya dengan baik, seperti pembelahan dan perkembangan sel, pengisapan air dan zat hara, fotosintesis dan lain-lainnya.

Gangguan pada proses fisiologis tersebut atau fungsi-fungsi tanaman itu dapat menimbulkan penyakit. Penyakit pada tanaman budidaya biasanya disebabkan oleh Cendawan, Bakteri, Virus dan faktor lingkungan (iklim, tanah, dan lain-lain).

Baca Juga : Pentingnya SIAKAD di Era New Normal Saat ini

Jenis-Jenis Hama Pascapanen

  1. Acarus siro Linneaus
  • Tungau A. Siro dikenal juga sebagai “Grain mite”, sudah tersebar luas di dunia dan menyerang berbagai produk-produk, yang terutama jika kadar airnya tinggi dan telah diserang oleh cendawan.
  • Tungau ini ditemukan pada tepung, keju dan pada banyak produk-produk lainnya
  • Tubuh berwarna putih kekuningan agak oval dimana bagian tungkai dan mulut berwarna agak cokelat kemerah-merahan
  • Dapat hidup pada lahan-lahan pertanian, gudang, biji-bijian, tepung atau produk pangan lain yang mengandung cukup kadar air
  • Perkembangan sangat cepat dan menyebabkan kerusakan pada embrio biji
  • Keberadaannya dicirikan dengan adanya bau yang agak menyengat
  • Inang utama dari tungau ini adalah rumput, produk yang disimpan, tepung terigu
  1. Ahasverus advenaWaltl
  • Kemungkinan spesies ini berasal dari Amerika dan tersebar pada daerah tropik dan daerah yang beriklim sedang
  • Ditemukan pada biji-bijian cerealia, biji kakao, biji kelapa, kopra, kacang tanah, terutama pada komoditi yang lembab dan berjamur
  • Warna kumbang ini cokelat kemerah-merahan
  • Panjang kumbang 2 – 3 mm
  • Kedua tepi anterior dari protoraks terdapat tonjolan seperti gigi
  • Antena terdiri dari 11 ruas dengan bentuk menggada dan tarsi 5 ruas
  • Spesies ini dapat dijadikan sebagai indikator bahwa kondisi penyimpanan lembab
  • Larvanya berwarna putih mempunyai kaki torakal sehingga dapat bergerak aktif, ukuran panjang tubuhnya sekitar 4 – 5 mm, rupanya berwarna putih dengan ukuran panjang sekitar 2 mm
  • Siklus hidupnya sejak peletakan telur sampai menjadi kumbang dewasa sangat cepat, berlangsung sekitar 17 - 23 hari

 Baca Juga : Jual Aplikasi SPP Online Sekolah Smart School

  1. Araecerus fasciculatus (Fabricius)
  • Selain menyerang biji kopi A, fasciculatus juga menyerang jagung, gaplek, kacang tanah, ubi jalar, biji kakao dan rempah-rempah
  • Larvanya ditemukan pada biji kopi yang dikeringkan juga pada ubi kayu, biji pala, bunga pala, biji kakao terutama pada biji kualitas rendah
  • Kumbang A. fasciculatus ditemukan pada daerah tropik dan subtropik
  • Pada bagian elitra dan protoraksnya terdapat banyak bercak yang berwarna terang
  • Kumbang A. fasciculatus berukuran 3 – 5 mm
  • Berwarna cokelat gelap atau cokelat kelabu
  • Tipe antenanya adalah menggada (Clubbed) yaitu tiga ruas terakhir membesar
  • Telur-telur ini diletakkan di permukaan material dan baru akan menetas setelah + 9 hari
  • Siklus hidupnya berkisar antara 46 - 68 hari
  • Larva-larva langsung melakukan penggerekan dan selanjutnya masuk ke dalam material (biji-bijian) dengan meninggalkan sisa-sisa gerekannya yang berupa tepung
  1. Tribolium confusum (Jack du val)
  • Kumbang ini dikenal berasal dari Ethiopia dan dapat menyerang biji kakao, kacang tanah, buncis, ercis dan biji kopi
  • Dapat menyerang beras, kopra, dedak, bungkil, biji pala dan wijen
  • Telur diletakkan dalam tepung atau pada bahan-bahan lain yang sejenis yang merupakan pecahan-pecahan kecil
  • Kumbang ini merusak material-material yang sudah hancur
  • Kumbang ini dapat bersifat kanibalis terhadap pupa dan telur
  • Kumbang T. confusum berwarna coklat kemerah merahan
  • Bentuk tubuhnya pipih dengan panjang berkisar antara 3 - 4 mm
  • Tipe antena kumbang ini adalah menggada
  • Siklus hidupnya sekitar 35 - 45 hari

 

  1. Cryptolestes ferrugineus (Stephens)
  • Berstatus sebagai hama sekunder dimana menyerang biji-bijian, kacang-kacangan dan produk lain di penyimpanan
  • Kumbang ini berukuran 1,5 – 2 mm, berwarna cokelat terang
  • Bentuk antena seperti benang dan panjang
  • Kumbang betina meletakkan telur kira-kira 200 butir, diletakkan pada permukaan komoditi
  • Larva ini tidak dapat langsung masuk ke dalam biji tetapi dapat masuk jika kulit biji mengalami kerusakan (pecah) akibat penanganan pascapanen
  • Siklus hidupnya 27 - 30 hari
  1. Ephestia cautella (Walker)
  • Ngengat ini selain menyerang produk biji-bijian juga menyerang kacang-kacangan, biji kakao, buah-buah yang dikeringkan
  • Hama ini merupakan hama utama pada daerah tropik dan daerah beriklim panas
  • Buah-buah yang dikeringkan lebih disukai tetapi serangga ini juga menyerang produk-produk yang disimpan termasuk tepung, biji-bijian, biji kakao, kurma, kacang-kacangan dan biji-bijian lain
  • Ngengat berwarna abu-abu dengan panjang tubuh sekitar 6 mm
  • Bila kedua sayap direntangkan panjangnya mencapai 17 mm
  • Sisi atas sayap depan mempunyai semacam pita
  • Larva berwarna cokelat agak kotor atau cokelat merah dengan bitik-bintik agak gelap
  • Kepompong mempunyai ukuran panjang 7,5 mm dan kokonnya berwarna putih
  • Siklus hidup sekitar 31 - 42 hari

Penyakit Pascapanen

  • Erwinia carotovora
  • Sel bakteri E.Carotovora berbentuk batang dengan ukuran ( 1,5-2,0)x(0,6×0,9) micron
  • Pada umumnya bentuk rangkaian selnya seperti rantai, tidak mempunyai kapsul, dan tidak berspora
  • Jamur Aspergillus sp.
  • Menginfeksi biji-bijian, jagung, kacang tanah, dan kapas
  • Gejala serangan jamur pada biji kacang tanah di tandai dengan jamur berwarna hitam dan berwarna hijau
  • Panicillium sp.
  • Menginfeksi biji kacang tanah berupa gumpalan miselia berwarna putih menyelimuti biji, diselingi warna kebiru-biruan
  • Pada biji kedelai ditemukan berupa gumpalan miselia berwarna putih kebiru-biruan yang menyelimuti seluruh permukaan biji.

 

Penulis : Purnama


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia