WhatsApp-Button
Macam- macam Penyakit pada Sistem Ekskresi

Macam- macam Penyakit pada Sistem Ekskresi

  2020-09-15 16:42:07     Ulti Desi Arni     Dibaca 27 kali

Pengertian sistem ekskresi

Sistem ekskresi adalah sistem pada tubuh makhluk hidup yang memiliki fungsi yang mirip dengan saluran pembuangan. Ada beberapa bagian pada organ yang   tubuh terlibat dalam suatu sistem masalah pada kelenjar keringat (kulit), hati, paru-paru, ginjal, dan pada seluruh organ pada sistem pencernaan. Gangguan pada organ-organ akan mengakibatkan munculnya penyakit pada sistem ekskresi. Namun, ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

Mengenal penyakit pada sistem ekskresi

Masing-masing organ pada saluran ekskresi yang akan memainkan perannya di dalam membuang sisa metabolisme yang keluar dari tubuh, yang termasuk adalah pada racun. Hal ini dilakukan agar keseimbangan pada komposisi di dalam suatu tubuh dapat tetap terjaga.Ketika sistem ekskresi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Penyakit yang dapat mengidap sistem eksresi sebagai berikut:

  • Infeksi saluran kemih

Penyakit pada sistem ekskresi terjadi karena ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih, yakni uretra, kandung pada kemih, atau bahkan ginjal.  Infeksi terjadi karena saluran kemih yang menyebabkan lebih banyak terjadi pada wanita, meski pria juga bisa mengalaminya, laki-laki cenderung lebih bisa mengatasinya dengan antibiotik.

Baca Juga : Marketing Digital Klinik Affiliate

  • Batu ginjal

Gumpalan pada kalsium oksalat ini bisa ditemui di sepanjang saluran pada kemih. Penderita pada batu ginjal  yang akan merasakan sakit pada area punggung atau pinggang, bahkan melihat bercak darah di bagian urine.Batu ginjal bisa diatasi dengan cara meminum obat dan terapi invasif minimal, misalnya dengan gelombang kejut. Tujuannya digunakan dalam perawatan yang biasanya untuk meluruhkan batu ginjal sehingga dapat keluar pada saluran kemih.

  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Penyakit pada sistem ekskresi yang memiliki keterkaitan dengan masalah asam lambung yang kembali naik ke esofagus (kerongkongan) sehingga menyebabkan rasa yang membakar di dada. GERD bisanya sampai mengakibatkan heartburn, napas bau, erosi gigi, mual, hingga sampai sulit untuk menelan dan untuk bernapas.

  • Wasir

Wasir atau hemoroid adalah semacam daging yang tumbuh pada anus yang berisikan pembuluh darah. Daging ini bisanya terasa gatal dan nyeri yang akan disebabkan oleh berbagai hal, seperti diare, konstipasi kronis, penyebabnya terlalu mengejan saat buang air besar, sehingga dapat menyebabkan kurangnya mengonsumsi serat.

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit sistem ekskresi ditandai dengan ketidakmampuan dalam paru-paru yang   membuang karbondioksida secara normal sehingga dapat mengakibatkan kesulitan dalam bernapas. Salah satunya dari bentuk PPOK yang disebut dengan bronkitis kronis yang ditandai dengan batuk yang tak kunjung sembuh.

  • Kanker paru-paru

Penyakit ini bisa tumbuh terjadi pada bagian pada kemampuan paru-paru sehingga memengaruhi kerja pada organ pernapasan tersebut, termasuk ke dalam pembuangan karbondioksida ke luar tubuh. Penanganan pada kanker paru-paru akan sangat tergantung pada tipe, lokasi, dan penyebarannya.

Baca Juga : Jasa Digital Marketing dan Manajemen Medsos Klinik

  • Kutu air

Penyakit ini timbul saat dilakukan pengeluaran melalui proses ekskresi pada kulit yang akan bertemu pada lingkungan yang lembap, contohnya sepatu yang kesempitan. Daerah yang lembap menjadi salah satu tempat terbaik di dalam jamur untuk berkembang biak. Kutu air adalah infeksi jamur pada kulit yang mengakibatkan menderita yang gatal, kulit bersisik, dan rasa seperti terbakar.

  • Jerawat

Jerawat bukan hanya diakibatkan oleh keringat yang dibuang, namun keringat yang menumpuk dapat mengakibatkan munculnya bakteri yang menyebabkan tumbuhnya jerawat. Di sisi lain, terlalu sering mengelap keringat juga bisa membuat kulit menjadi iritasi. Elergi pada makanan akan menyebabkan kemerahan pada kulit pembekakan pada muka ini akan memicu bakteri jerawat yang berkembang biak dengan sangat cepat. Cara mengatasinya gunakan pembersih pada wajah yang lembut, memiliki bahan dasar air,hentikan penggunaan sabun yang berbentuk batangan,dan hindari mencuci muka wajah terlalu sering.

 

Penulis : Riska


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia