WhatsApp-Button
Perbedaan Sensor, Transduser, dan Transmitter

Perbedaan Sensor, Transduser, dan Transmitter

  2020-09-10 16:23:25     Ulti Desi Arni     Dibaca 77 kali

Transduser

Transduser itu adalah suatu alat yang fungsinya itu mengubah suatu energi ke energi lain, salah satu contohnya adalah sensor. Transduser juga dibagi dua yaitu transduser aktif dan pasif. Transduser aktif adalah transduser yang dapat bekerja meskipun tidak energi dari luar, contohnya adalah potensiometer dia membutuhkan energi listrik untuk mengubah volume (di speaker aktif).

Transduser pasif adalah transduser yang bekerja apabila ada energi dari luar contohnya adalah termokopel yang bekerja jika suhu sekitar berbeda dengan suhu pembanding maka termokopel akan langsung menghasilkan arus listrik.(contoh2 transduser gambar).

Contoh – contoh transduser adalah:

  1. Transduser temperatur
    Transduser temperatur adalah transduser yang menghasilkan tegangan atau arus tertentu sesuai perubahan suhu tertentu.
  2. Transduser Gaya / tekanan.
    Transduser gaya/tekanan adalah Transduser yang menghasilkan tegangan tertentu ketika tekanan benda berubah.
  3. Transducer Kelembaban
    Lembap berarti kondisi yang terdiri dari udara dan uap air. Tingkat kelembapan ditentukan dengan melihat perbandingan persentase uap air di udara.

Sensor

Sensor itu merupakan jenis transduser yang mengubah energi panas, suhu, sinar dll menjadi energi listrik, contohnya adalah pada termokopel (sensor suhu) yang berfungsi sebagai pembanding antara suhu referensi sama suhu ruangan/suhu yang mau dibandingkan dengan menggunakan sebuah konduktor dan jika suhu referensi dengan suhu yang dibandingkan berbeda akan timbul tegangan listrik. (contoh sensor) aktif pasif. Contoh aktif dan pasif (sensitifitas, linearitas).

  1. Sensor pasif merupakan sensor yang mendeteksi respon radiasi elektromagnetik dari obyek-obyek yang telah dipancarkan dari sumber alami.
  2. Sensor aktif merupakan sensor yang mendeteksi pantulan radiasi elektromagnetik dari sumber energi buatan yang biasanya telah dirancang dalam rangkaian yang memakai sensor.

Contoh sensor:

Sensor cahaya

Sensor cahaya adalah sensor yang dimana cara kerjanya yaitu merubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Di pasaran sudah begitu luas penggunaan nya.

Baca Juga : Alasan Cloud Computing Penting Bagi Kampus

Komponen yang termasuk dalam Sensor cahaya yaitu :

  • LDR ( Light Dependent Resistor )

LDR adalah sebuah resistor dimana jika dikenai oleh cahaya maka resistansinya akan berubah.

  • PhotoDioda

PhotoDioda adalah sebuah dioda yang apabila dikenai oleh cahaya akan memancarkan electron sehingga dioda tersebut akan mengalirkan arus listrik.

  • Phototransistor

Phototransistor adalah sebuah transistor yang apabila dikenai oleh cahaya akan mengalirkan electron sehingga pada transistor tersebut akan terjadi sebuah penguatan arus.

Sensor suara

Sensor suara adalah sensor yang dimana cara kerjanya yaitu merubah besaran suara menjadi besaran listrik.

Komponen yang termasuk dalam Sensor suara yaitu Microphone yang merupakan komponen elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkan oleh gelombang suara akan menghasilkan sinyal listrik.

Baca Juga : Sistem Administrasi Pasien Rumah Sakit

Sensor suhu

Sensor suhu adalah sensor yang cara kerjanya yaitu merubah besaran suhu menjadi besaran listrik dan di pasaran sudah begitu luas penggunaan nya.

Komponen yang termasuk dalam sensor suhu yaitu

  • NTC

NTC adalah komponen elektronika dimana jika dikenai oleh panas, maka tahanannya akan semakin naik.

  • PTC

PTC adalah komponen elektronika dimana jika terkena oleh panas, maka tahanannya akan semakin turun

  • Termokopel

Persyaratan umum sebuah sensor adalah:

  1. Linieritas
    Linieritas adalah masukan (inputan) dan keluaran (output) harus berbanding lurus.
  2. Sensitivitas
    Sensitivitas adalah sesuatu hal yang akan menunjukan sensor kita itu peka atau tidaknya linieritas sebuah sensor biasanya akan mempengaruhi sensitivitas sensor tersebut.
  3. Tanggapan waktu
    Tanggapan waktu pada sebuah sensor menunjukan seberapa cepat sensor kita cepat tanggap terhadap perubahan masukan (input).

Transmitter

Secara umum transmitter adalah alat yang digunakan untuk mengubah perubahan sensing element dari sebuah sensor menjadi sinyal yang mampu diterjemahkan oleh controller. Transmitter pada akustik kelautan khususnya pada echosounder berfungsi sebagai alat atau pesawat yang dapat membangkitkan getaran-getaran listrik. Transmitter menghasilkan pulsa listrik yang berfrekuensi dan berlebar tertentu tergantung dari desain transducer (Rccdoc, 2007).

Utami dan Soehartanto (2011) menjelaskan transmitter memiliki peran sentral dalam kinerja system echosounder. Transmitter memiliki beberapa level yang dapat disesuaikan. Secara sederhana pada echosounder, transmitter adalah pembangkit tenaga yang ada di echosounder. Transmitter menghasilkan getaran-getaran listrik yang akan diteruskan ke transducer.

 

Penulis : Purnama


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia