WhatsApp-Button
Kendala yang Sering dihadapi Dosen Saat Kuliah Online

Kendala yang Sering dihadapi Dosen Saat Kuliah Online

  2020-08-19 15:28:59     Ulti Desi Arni     Dibaca 157 kali

Hingga saat ini kita masih saja dihantui oleh yang namanya virus corona atau covid-19. Semenjak Pandemi Covid-19 ini melanda beberapa kondisi masih belum kembali pulih atau normal. Meskipun pemerintah sudah menetapkan “New Normal” tetap saja kita masih saja harus waspada dan hati-hati serta selalu mengikuti protokol kesehatan. Ketetapan “New Normal” dimana kita bisa beraktivitas seperti biasanya ini bukan berarti kita tidak mengikuti protokol kesehatan, justru disini sangat ditekankan untuk selalu mentaatinya. Sebab kita bisa lihat bahwa setiap harinya beberapa daerah masih saja menjadi zona merah.

Meskipun sudah “New Normal” hampir seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia masih saja menggunakan atau memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh. Sistem pembelajaran ini dilakukan tidak bertatap muka di kelas melainkan perkuliahan berlangsung secara online untuk seluruh mahasiswanya. Adapun tujuan penerapan pembelajaran online ini bertujuan untuk memutus mata rantai atau mencegah tersebarnya virus corona. Dimana hingga saat ini kita masih belum tahu situasi tersebut akan sampai kapan.

Meskipun belajar dari rumah ini menyenangkan bagi beberapa orang, namun ada juga beberapa mahasiswa merasa belajar online kurang efektif. Sama halnya dengan para dosen yang sering mengalami kendala atau permasalahan di dalamnya. Hal tersebut terjadi karena umumnya pembelajaran yang berjalan dosen dan mahasiswa hanya menghandalkan group WhatsApp, menggunakan Google Classroom atau media lainnya.

Baca Juga : Jual Aplikasi Smart Parking Kampus

Jika digunakan sekedar untuk berkomunikasi tentu media tersebut tidak ada masalahnya, namun dimanfaatkan untuk pembelajaran sebagian besar dosen mengalami kendala saat melangsungkan perkuliahan online ini. Hal itu terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya bisa saja tool yang digunakan tersebut tidak mendukung sepenuhnya untuk kebutuhan pembelajaran.

Sebagai solusi tentu saja harus memanfaatkan tool yang tepat dalam perkualiahan ini. Sebelum kita membahas terkait tool dalam mendukung proses pembelajaran secara online, berikut ini kita bahas masalah yang sering dihadapi dosen ketika perkuliahan online diantaranya adalah :

  1. Harus membuat kelas satu per satu untuk mengajar di banyak kelas

Tentu saja setiap dosen memiliki kelas mengajar satu mata kuliah lebih dari satu kelas, bahkan ada dosen yang mengampu lebih dari satu mata kuliah sekaligus. Dalam kondisi seperti ini bisa kita bayangkan betapa kewalahannya dosen yang mengajar lebih dari satu kelas. Dimana mereka harus membuat group pembelajaran yang banyak di WhatsApp kemudian menginvite satu per satu mahasiswa yang mengikuti pembelajaran untuk setiap group yang dibuat. Membayangkan hal ini tentu saja cukup melelahkan sekali.

  1. Mengabsen mahasiswa yang mengikuti kelas kemudian merekap ulang absensi tersebut

Ketika dosen sudah membuat kelas belajar di WhatsApp ada kemungkinan ia mulai bingung bagaimana mengetahui kehadiran mahasiswanya dan proses absensinya. Tentu saja di dalam Group tidak memungkinkan jika harus memanggil lalu sang mahasiswa menjawab dengan kata “Hadir”. Tentu hal ini akan membuat waktu Anda sebagai dosen banyak terbuang sia-sia. Nah, terkait absen inilah salah satu permasalahan lainnya yang menjadi dilema kuliah online.

  1. Cek dan beri nilai tugas atau kuis setiap mahasiswa

Kendala lainnya yang dialami oleh para dosen ketiak kuliah online ini adalah terkait dengan tugas ataupun kuis. Tugas ini merupakan hal yang harus diberikan, sebab melalui tugas tersebut dosen bisa mengukur tingkat kemampuan mahasiswanya sejauh mana mereka paham dengan materi yang disampaikan. Kendalanya adalah proses pemberian nilai satu per satu mahasiswa dengan cara manual, tentu ini akan membutuhkan banyak waktu terlebih lagi jika perkuliahan selanjutnya sudah menanti.

Baca Juga : Masalah yang Kerap Kali dihadapi Supervisor Sales Lapangan

  1. Memori penuh karena share tugas dan materi mahasiswa

Ketika seluruh mahasiswa mengumpulkan tugasnya maka kendala yang dialami dosen adalah memori ponselnya penuh sehingga menyebabkan beberapa aplikasi tidak bisa berfungsi secara baik. Tugas-tugas yang dikirim secara online kemudian harus dibuka tersimpan di dalam memori hp menyebabkan penuh, hal ini tentu menjadi dilema tersendiri bagi dosen.

  1. Install banyak aplikasi

Banyaknya tool yang harus disesuaikan dengan mahasiswa kemudian juga cocok dengan kebutuhan tentu saja membuat para dosen merasa bingung harus menginstall yang mana. Alhasil sebagian dosen malah menginstall beberapa aplikasi berbeda seperti pembelajaran jika menggunakan video konferensi.

Melihat ragam permasalahan di atas tentu saja hal seperti ini tidak bisa kita biarkan begitu saja. Sebab jika terus dibiarkan bisa menguras banyak waktu dan produktivitas sebagai dosen. Mengatasi persoalan di atas tentu saja kita harus tahu solusi konkrit yang tepat untuk persoalan para dosen tersebut.

Memang banyak sekali tool yang bisa mendukung perkuliahan online, namun sangat disayangkan jika dosen harus menggunakan banyak aplikasi sekaligus untuk mendukung perkuliahan secara online. Sebagai solusi terbaik berangkat dari persoalan dan kendala yang sering dialami dosen, Garuda Cyber hadir menawarkan produk pembelajaran online yaitu E-Learning.

Aplikasi E-Learning dari Garuda Cyber ini akan mendukung berjalannya perkuliahan online jauh lebih efektif dan efesien. Tentu saja E-Learning Garuda Cyber ini akan membantu dalam meringankan pekerjaan pihak yang terlibat dan tentunya aplikasi ini sudah dirancang khusus untuk mendukung perkuliahan online. Cukup satu Aplikasi akan mengatasi persoalan-persoalan di atas dengan mudah dan tidak ribet.

 

#GarudaCyber23Agustus


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia