WhatsApp-Button
Turing Test

Turing Test

  2018-02-02 16:12:52     Ulti Desi Arni     Dibaca 1954 kali

Pernah mendengar istilah turing test ? sebenarnya apa sih turing test itu ? biar lebih tahu dan lebih berilmu simak artikel berikut , ya. Semoga bermanfaat

Apa itu turing test ?

Turing test (uji turing) adalah test yang dilakukan untuk mengetahui  seberapa manusiakah suatu mesin, dan dapatkah mesin tersebut digolongkan mesin dengan artificial intelligent (kecerdasan buatan). Nama turing test diambil dari nama Alan turing, seorang matematikawan berkebangsaan inggris, pelopor mechine learning (mesin yang dapat belajar) tahun 1940an dan 1950an. Mesin atau komputer dikatakan cerdas apabila dapat merespon layaknya manusia dalam kondisi tertentu.

Bagaimana tes tersebut dilakukan ?

Turing test yang juga disebut imitation game (permainan meniru), memerlukan tiga terminal. Dua diantaranya dioperasikan oleh  manusia dan satu oleh komputer. Manusia pertama berlaku sebagai penguji, manusia kedua dan komputer sebagai responden. Ketiganya ditempatkan terpisah. Konteks dan format pertanyaan telah ditentukan. Setelah waktu yang atau jumlah pertanyaan yang ditetapkan penguji akan menentukan mana yang merupakan mesin (program computer) dan mana yang manusia. Jika komputer tersebut berhasil menipu dan meyakinkan penguji bahwa ia manusia dengan berlaku seperti manusia, maka dapat dikatakan cerdas.    

 

Apakah Turing Test masih relevan ?

Tes Turing telah dikritik selama bertahun-tahun, terutama karena sifat pertanyaannya harus dibatasi. Selama bertahun-tahun, komputer hanya bisa mencetak skor tinggi pertanyaannya sehingga mereka memiliki jawaban "Ya" atau "Tidak" atau pertanyaan dalam ruang lingkup yang sempit. Namun, jika konteks pertanyaan tidak ditetapkan dan dalam ruang lingkup lebih luas sedangkan jawabannya membutuhkan percakapan yang panjang maka itu akan menjadi sulit.

Penentang turing test berpendapat bahwa itu tidak memadai, atau bahkan mungkin tidak relevan sama sekali. Menurut mereka, tidak perlu sebuah program berbicara agar bisa menjadi cerdas. Ada manusia yang akan gagal (karena tidak dapat berbicara) dalam tes Turing, dan komputer yang tidak memiliki kecerdasan yang mungkin lewat. Tes ini tidak perlu dan tidak cukup untuk kecerdasan. Alih-alih berfokus pada bagaimana meyakinkan seseorang bahwa mereka bercakap-cakap dengan program manusia dan bukan komputer, fokus sebenarnya harus pada bagaimana membuat interaksi manusia-mesin lebih intuitif dan efisien. (sumber : TechTarget)

 

Penulis : Ulfa Khairunnisa

#garudacyber05januari


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia