WhatsApp-Button
Jual Aplikasi Penelitian dan Pengabdian untuk Kampus di Medan

Jual Aplikasi Penelitian dan Pengabdian untuk Kampus di Medan

  2019-11-07 16:43:27     Ulti Desi Arni     Dibaca 55 kali

Pada setiap perguruan tinggi tentu saja memiliki lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM). Lembaga ini merupakan suatu unit kegiatan dari kampus yang tujuannya mengelola setiap kegiatan penelitian ataupun pengabdian yang dilakukan dosen kepada masyarakat dimana dikaitkan dengan meningkatnya kualitas dari dosen tersebut.

Selain itu lembaga ini juga mengatur kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa seperti kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Dimana kegiatan KKN ini adalah salah satu pengabdian yang dilakukan mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Untuk pelaksanaan kegiatan ini biasanya mahasiswa ditempatkan di daerah yang setingkat desa selama satu hingga dua bulan.

Kegiatan KKN ini diwajibkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk setiap perguruan tinggi sebagai kegiatan intrakurikuler dimana memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Permasalahan yang di alami oleh kampus terkait hal ini yaitu data-data penelitian ataupun pengabdian tersebut kebanyakan masih dikelola dan diproses secara manual seperti menggunakan blangki kertas, atau hanya menyimpan dalam bentuk Microsoft word maupun excel. Sehingganya cara ini tentu saja akan membuat banyak file yang berbeda tersimpan di beberapa tempat yang berbeda pula, karena data yang akan dicatat sangatlah banyak. Dampak terburuknya karena cara manual ini membutuhkan waktu yang lama ketika hendak membuat laporan atau pemanggilan data kembali.

Proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen dan mahasiswa ini diawali dengan pengisian form dimana mereka harus langsung datang ke bagian LPPM kampus. Setelah itu khusus untuk penelitian dosen mereka merancang anggota serta struktur organisasinya sendiri dan mengajukan proposal penelitiannya. Sedangkan mahasiswa setelah mengisi form pendaftaran, mereka harus menunggu info selanjutnya terkait penempatan atau lokasi mereka melaksanakan KKN tersebut.

Jika proses pencatatan dan pendataan ini masih dilakukan cara manual tentu saja akan banyak kemungkinan terjadinya kesalahan. Baik itu sebuah kesalahan yang disengaja ataupun tidak disengaja serta faktor human error lainnya. Kita bisa contohkan kasus sederhananya yaitu proses review pada proposal penelitian. Dimana dosen terkait harus menentukan reviewer sendiri untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari judul penelitiannya. Bisa saja kemungkinan terjadinya unsur ketidakakuratan dalam proses review itu misal bisa saja menimbulkan lobi-lobi tersendiri agar review penelitian si dosen di terima, sehingga muncullah manipulasi manipulasi data.

Selain itu terkait pelaksanaan KKN tentu saja ada banyak mahasiswa yang mendaftar setiap periode pelaksanaannya. Hal itu akan menyulitkan pihak LP2M menentukan lokasi serta memproses nilainya.

Dalam menghadapi persoalan tersebut sekaligus menghindari adanya human error maupun manipulasi data sudah sepatutnya LP2M kampus menggunakan sistem terintegrasi dengan akademiknya yaitu Aplikasi Penelitian dan Pengabdian. Dengan aplikasi ini, dosen yang ingin melakukan pengabdian, cukup mengakses sistem untuk pengabdian. Setelah itu mengisi formulir yang disediakan.

Formulir itu selain bisa langsung diisi juga dapat di download tersendiri. Setelah formulir/form diisi dapat langsung diprint. Sedangkan untuk struktur organisasi juga dapat langsung dicetak. Sistem penelitian ini nantinya akan meminimalkan penggunaan kertas dan waktu. Seperti, dosen cukup mengajukan penelitian langsung melalui web dan pihak LP2M bisa langsung memberikan hasil. Selain itu, pihak dosen tidak perlu mencari lagi reviewer dan juga tidak akan mengetahui siapa yang melakukan review terhadap penelitiannya.

Sistem ini akan terintegrasi langsung dengan sistem akademik. Penilaian yang dikalkulasikan langsung oleh sistem sehingga tingkat kecurangan atau kesalahan perhitungan nilai akan terhindar.

Setelah penelitian diterima, sistem juga bisa meng-akumulasi-kan pencairan dana awal misalnya 70% dan diakhir 30% atau 50% dan 50%. Semua itu akan disesuaikan dengan kebutuhan kampus nantinya. Begitu juga untuk pelaksanaan KKN, karena pada sistem mahasiswa bisa menentukan sendiri lokasi yang diinginkan berdasarkan Kecamatan, Kabupaten, dan Desa tapi tetap ada batasannya dimana mahasiswa hanya dapat memilih tempat yang sama untuk 2 orang saja tiap jurusannya.

Untuk kampus di Medan banyak sekali manfaat yang akan di dapatkan dengan aplikasi ini, dan kampus di Medan bisa mendapatkan kelebihan itu semua dari Garuda Cyber Indonesia. Saat ini sudah banyak kampus yang mempercayakan permasalahan terkait IT mereka kepada Garuda Cyber. Kini saatnya kampus anda.

 

#GarudaCyber23November


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia