WhatsApp-Button
Pengertian Metode Peta Minda

Pengertian Metode Peta Minda

  2018-12-14 16:03:13     Ulti Desi Arni     Dibaca 9806 kali

 

Peta Minda - Metode peta minda merupakan cara baru untuk mencatat yang pekerjaannya disamakan dengan pekerjanya dua belah otak yaitu kiri dan kanan. Peta pikiran dikembangkan oleh Tony Buzon, seorang psikolog dari inggris. Dia merupakan penemu peta pikiran, sesuai cara kerja otak kita dalam  menyimpan suatu informasi. Hasil penyelidikan memperlihatkan bahwa otak kita menyimpan informasi dalam sel-sel saraf dalam bentuk cabang, sehingga apabila dilihat sebentar akan terlihat seperti bentuk pohon dengan cabang dan ratingnya.

 

Peta pikiran adalah

Peta pikiran adalah suatu proses menggambarkan pikiran untuk menggabungkan rancangan permasalahan khusus dari cabang sel saraf untuk membentuk korelasi rancangan menuju pada suatu pemahaman dan hasil akan ditucurahkan langsung di atas kertas dengan animasi yang digemari dan mudah dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang di diperoleh yaitu gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.

Peta pikiran merupakan cara membuat aktivitas  berpikir ke semua arah, manggambil bermacam pikiran dalam bermacam sudut. Peta pikiran membuat cara untuk berpikir divergen dan berpikir kreatif. Peta pikiran yang selalu kita katakana dengan peta minda merupakan alat berpikir organisasional yang sangat hebat dan juga metode tergampang untuk meletakkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi itu apabila di perlukan.

Menurut Tony Buzan, peta pikiran bisa menolong kita untuk banyak hal misalnya :

Menceritakan, berkomunikasi, lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memfokuskan perhatian, berfikir dengan baik dan belajar lebih cepat serta melatih gambar keseluruhan.

 

Manfaat dari Mind Maping

Manfaat dari Mind Maping Dilihat dari segi waktu peta pikiran juga bisa memaksimalkan pemakaian waktu dalam memahami sebuah informasi. Hal ini awalnya diakibatkan sebab cara ini bisa menampilkan gambaran keseluruhan atas suatu hal, dalam waktu yang lebih singkat. Menurut Buzan, cara peta konsep ini bisa berguna untuk :

  • Memotivasi bekerjanya otak kiri dan kanan
  • Melepaskan diri dari semua jeratan aturan ketika memulai belajar.
  • Menolong seseorang mengalirkan ide tanpa ada halangan
  • Membuat suatu gagasan
  • Menyimpulkan isi sebuah buku
  • Mudah untuk diingat

 

cara peta pikiran

Dengan kata lain, peta pikiran mampu  memotong waktu belajar dengan merubah cara pencatatan linear yang menghabiskan waktu menjadi pencatatan yang efetif sekaligus langsung bisa di pelajari oleh seseorang. Sejumlah cara peta pikiran, yaitu :

  • Tema pertama terdefenisi secara sangat jelas sebab dinyatakan di tengah.
  • Level keutamaan informasi pengenalan secara lebih baik. Informasi yang mempunyai kadar keperluan lebih di letakkan dengan tema utama.
  • Kaitan masing-masing informasi secara mudah bisa cepat diketahui.
  • Mudah di pahami dan di ingat.
  • Informasi baru sesudahnya bisa segera di hubungkan tanpa merusak keseluruhan struktur peta pikiran, sehingga mempercepat proses peg-
  • Masing-masing peta pikiran sangat menarik
  • Mempercepat pembuatan catatan sebab hanya memakai kata kunci.

Membuat Mind Maping

Membuat Mind Maping Peta pikiran merupakan alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Peta pikiran memungkinkan otak memakai seluruh gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagaimana otak di buat, misalnya yang secara internal terus dipakai otak.

Beberapa hal penting dalam membangun mind maping , yaitu :

  1. Pastikan tema utama terdapat di tengah-tengah, misalnya kita akan liburan bersama keluarga, maka kita tetapkan tema utamanya yaitu “liburan keluarga”
  2. Dari tema utama, akan tampil tema-tema turunan yang masih bersangkutan dengan tema utama. Tema turunan terdiri atas : siapa, kegiatan, tujuan, perlengkapan dan lainnya.
  3. Cari hubungan antara setiap tema, lalu kamu tandai denga garis, warna atau lambang. Dari setiap tema turunan pertama kali akan diikitu dengan tampilnya tema turunan kedua, ketiga dan selanjutnya. Maka langkah selanjutnya yaitu mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Pakai garis, warna, panah atau cabang dan bentuk symbol lain untuk menggambarkan jahitan diantara tema-tema turunan tersebut.

 

Penulis : Julia


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia