Konsep Pemodelan Perangkat Lunak Berorientasi Objek

Konsep Pemodelan Perangkat Lunak Berorientasi Objek

  2019-01-11 17:22:36     Ulti Desi Arni     Dibaca 62 kali

Pemodelan perangkat lunak ialah disiplin dalam ilmu agar dapat mempelajari bentuk-bentuk pemodelan perangkat yang digunakan pada bagian dan tahapan bagi pengembang perangkat lunak secara e objek dan secara terstruktur.

Pemodelan dalam sebuah rekayasa perangkat lunak ialah suatu hal yang dapat dilakukan di tahapan awal. Dalam sebuah rekayasa perangkat lunak masih memungkinkan tampa harus melakukan pemodelan terlebih dahulu, tapi hal ini sudah tidak dapat dilakukan lagi dalam suatu industri perangkat lunak.

Pemodelan perangkat lunak yaitu sesuatu yang wajib dikerjakan pada bagian awal dari rekayasa, pemodelan ini mempengaruhi pekerjaan pada rekayasa perangkat lunak.

Di dalam sebuah industri kita mengenal berbagai macam proses, begitu juga dengan industri perangkat lunak. Pembedaan proses yang digunakan akan mengurai aktivitas dengan caran yang berbeda beda. Jika proses tersebut di salah gunakan maka akan mengurangi kegunaan sebuah produk yang akan dikembangkan.

Prinsip pemodelan ialah:

  1. Memilih model yang akan digunakan, dengan menentukan masalah dan solusi nya.
  2. Setiap model yang digunakan dapat dinyatakan pada tingkatan yang berbeda.
  3. Model yang baik ialah model yang berhubungan dengan realita.
  4. Tidak ada model tunggak yang baik, jika sebuah sistem mempunyai model yang kecil yang independen maka baru dikatakan sistem itu baik.

Belajar pemodelan perangkat lunak.

  1. Tahapan yang akan dikembangkan dalam perangkat lunak.
  2. Model yang akan digunakan dalam perangkat lunak, yaitu nya pemodelan perangkat lunak yang terstruktur.
  3. Pemodelan untuk pengembangan perangkat lunak yang berorientasi objek.

Rekayasa perangkat lunak.

RPL ( Rekayasa Perangkat Lunak ) ialah sebuah disiplin ilmu yang akan membahas tentang aspek produksi pada perangkat lunak. Yang di mulai dari tahapan awal ialah analisa, desain, kebutuhan, pemeliharaan, dan terakhir pengujian pada sebuah program yang tekah digunakan.  

Pada rekayasa perangkat lunak ini, banyak model yang dikembangkan untuk dapat membantu proses dalam pengembangan pada perangkat lunak.  Model ini pada umum nya berdasarkan pada proses pengembangan sistem.

Model-model yang dikembangkan mempunyai karakteristiknya sendiri.

  1. Kebutuhan akan defenisi masalah yang jelas, dan masukan awal dari model pengembangan perangkat lunak ialah mendefenisi Apabila semakin jelas maka akan semakin baik dan memudahkan kita untuk menyelesaikan masalah. Namun pemahaman dalam sebuah masalah tidaklah penting untuk pemodelan perangkat lunak.
  2. Tahap pemodelan dan pengembangan yang teratur. Walaupun model pada pengembangan perangkat lunak mempunyai pola yang berbeda, namun model-model tersebut akan mengikut saja pada pola umum, design, coding, dan lain-
  3. Pengembangan stakeholder pada sebuah rekayasa perangkat lunak bisa berupa pemilik, pengguna, pemrograman, pengembang dan semua yang terlibat di dalam rekayasa perangkat lunak.
  4. Semua tulisan , gambar, diagram, dan bentuk lain nya yang di dokumentasikan dan bagian yang terpisah dari rekayasa perangkat lunak yang di hasilkan tersebut.
  5. Hasil keluaran dari dari proses perangkat lunak ialah bernilai ekonomis. Namun nilai pada rekayasa perangkat lunak sulit untuk dirupiahkan. Efek pada rekayas perangkat lunak juga sudah dikembangkan dan harus menjadi nilai tambah untuk sebuah

Pembangunan software dengan menggunakan komponen yang telah ada dan telah tersedia bisa menggunakan COTS yang dapat dibeli atau dengan komponen yang telah di bangun sebelum nya dengan cara internal. CBSE ialah proses untuk menekankan pembangunan dan perancangan pada sebuah software.

                               

 

Penulis : Wini


Sukai/Like Fan Page Facebook Garuda Cyber Indonesia
Subscribe Channel Youtube Garuda Cyber Indonesia
Follow Instagram Garuda Cyber Indonesia
Chat Wa

Signup for Newsletter

Langganan Newsletter dari Garuda Cyber untuk mendapatkan informasi terupdate dari Garuda Cyber Indonesia